Minggu, 18 Maret 2012

Karangan Argumentasi

BLACKBERRY DI INDONESIA

     Blackberry merupakan sebuah telpon canggih yang berbasis internet. Menurut pengamatan, ternyata Blackberry memberikan fasilitas yang cukup banyak bagi penggunanya. Di samping fasilitas yang didapat, pengguna diberi kemudahan dalam mengakses, dan kemudahan chating secara online dengan teman melalui Blackberry Massenger (BBM).

     Di Indonesia, sekarang ini sedang heboh-hebohnya membicarakan Blackberry. Tak hanya kalangan remaja saja, anak SD bahkan orang tua pun tak sedikit yang gila Blackberry. Begitu cepatnya Blackbery menarik perhatian masyarakat. Bahkan sekarang ini, tak punya Blackberry bisa dibilang tidak gaul.

     Menurut saya, Blackberry memiliki dampak positif dan negatif dalam kehidupan. Positifnya, Blackberry merupakan salah satu sarana untuk mengetahui dan mempelajari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat kita tidak “gaptek” isttilahnya.

     Namun dilihat dari sisi negatifnya, bagi saya Blackberry lebih banyak merugikan. Sebagai seorang mahasiswa, yang tentunya mempunyai kewajiban untuk belajar, Blackberry sangat mengganggu terhadap kuliah saya, baik waktu maupun konsentrasi untuk belajar. Hampir setiap hari orang-orang memakai BBM, hanya sekedar chating, dan banyak lagi. Dan itu hanya buang-buang waktu saja, padahal masih banyak yang lebih penting yang harus dikerjakan.

     Belakangan ini, di masyarakat banyak kasus yang terjadi akibat Blackberry. Contohnya saja, kasus penjualan wanita di bawah umur. Ada pula yang melakukan penipuan melalui BBM. Status BBM yang mungkin kata-katanya tidak seronoh, bisa menjadi masalah. Jadi teknologi bermanfaat bila dilandasi Iman dan Taqwa.

Karangan Narasi


SEHARI DARI KEGIATANKU

     Ketika aku bangun pagi, aku terkejut saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 07.15 WIB. Seketika aku bangun dan meloncat dari tempat tidurku. Aku kebingungan mencari alat mandiku. Ternyata aku lupa kalau alat mandinya aku taruh di atas lemari. Karena terburu-buru aku sampai lupa tempat alat mandi itu. Aku mengambil handuk merahku dan langsung berlari menuju kamar mandi. Hampir saja aku terpeleset dan melukai badanku sendiri. Aku mandi sangat terburu-buru hingga menghiraukan bersih atau tidak mandiku itu.

     Setelah mandi aku berpakaian seragam untuk mengikuti kuliah. Setelah rapi aku berlari ke motor kesayangan. Tanpa sadar aku tidak membawa kunci kontaknya. Aku berlari kembali ke kamar dan mencarinya. Akhirnya kunci kontaknya kutemukan. Aku berangkat kekampus dengan tergesa-gesa.

     Sesampainya di kampus, kuparkirkan motorku dan berlari ke kelas. Aku lihat waktu menunjukkan pukul 07.47 WIB. Setelah sampai di depan kelas, kulihat dosen mata kuliah Bahasa Indonesia telah memulai kuliah. Aku masuk kedalam kelas dengan terengah-engah. Aku mengucapkan salam dan meminta maaf kepada dosen apabila aku telah terlambat mengikuti kuliah. Dosenku pun dengan tersenyum memaafkan aku dan menyuruhku duduk.

     Mata kuliah silih berganti sesuai jadwal pada hari itu, waktu menunjukkan jam 15.00 WIB yang berarti jam kuliah telah selesai. Aku bergegas menuju ke kelas sebelah untuk menemui pujaan hati. Setelah bertemu aku mengobrol dan melepas rindu. Aku mengantarkannya keparkiran untuk mengambil motor. Seolah seperti budaya, kita saling berpamitan untuk pulang.

     Tidak lama kemudian aku kembali ke kost untuk mandi dan beristirahat. Rasa letih tidak dapat disembunyikan. Aku dan teman-teman kost bercandagurau untuk sedikit melepas lelah. Aku belajar hingga mata lelah. Pukul 22.07 aku berbenah tempat tidur untuk merebahkan badanku yang lelah. Beberapa menit kemudian aku tertidur dihangatnya suasana kamar.

Karangan Deskripsi


RUANG KELASKU SWADANA

     Aku memasuki kelas dengan langkah agak cepat. Aku duduk dibaris ke tiga nomor empat dari kiri. Di depanku terdapat white board yang terdapat tulisan tugas sisa hari kemarin. Di samping kiri dari white board terdapat screen projektor putih terpapar tanpa noda. Di depan white board dan sreen projektor terdapat meja dosen berwarna coklat dan meja berukuran agak kecil dari meja dosen tetapi memiliki tinggi yang sama seperti meja dosen. Meja itu digunakan untuk menaruh LCD projektor.

      Aku memutar pandangan kearah belakang kelas. Terdapat sebuah jam dinding dibagian atas yang bergambar burung putih berlatar belakang biru yang dikelilingi warna oranye. Jam itu selalu menunjuk pukul 11.37 karena jam itu mati kehabisan baterai. Di pojok-ojok bawah dinding terdapat dua stop kontak yang tidak layak digunakan tetapi masih dapat digunakan. Kedua stop kontak itu keluar dari dinding yang berfungsi sebagai media tanam stop kontak. Terkadang teman yang akan menancapkan charger laptop menjadi korban karena tidak ada pengamannya.

     Setelah itu kutatap jendela kelas yang berada di sisi kiriku. Langit biru terbentang luas di langit. Awan-awan putih menghiasi birunya langit. Kendaraan bermotor berlalu lalang di jalan raya yang terlihat dari kelas swadana. Burung-burung terkadang hinggap di pohon palem yang daunnya terlihat dari kelasku karena kelas swadana berada di lantai dua. Kicauan burung terdengar dengan merdunya seakan mengajak aku bernyanyi.

     Aku berpaling kedinding sebelah kanan. Disana terantung sebuah pigora yang berisi poster tentang kesehatan. Pigora itu berbentuk persegi dengan frame berwarna coklat. Poster berwarna biru dan warnanya itu memudar karena poster telah dipasang sudah lama. Kaca pigorapun telah usang dimakan waktu.