Tanggal 23 Maret hingga 25 Maret kampusku mengadakan Latihan Kepemimpinan Managemen Mahasiswa (LKMM) di Wonosalam Training Center (WTCe). WTCe adalah sebuah tempat pembelajaran dengan nuansa desa dan
hutan di kaki gunung Anjasmara, Tepatnya di dusun Sumberurip, Wonosalam,
Jombang.
Waktu itu tidak hanya Kesehatan Lingkungan (Kesling) kampus Suabaya saja, tetapi juga ada Kesling kampus Magetan. LKMM merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru di Kesling. Disana kami digembleng dengan keras, tepat, dan efisien. Banyak kegiatan yang telah dijadwalkan oleh managemen WTCe. Diantaranya berpetualang mengelilingi Bukit Bulakbanteng, outbound, dan pemberian kesimpulan dan menutup kegiatan LKMM.
Berpetualang mengelilingi Bukit Bulakbanteng dilaksanakan pada hari pertama. Saat pendakian keadaan sedikit letih karena waktu itu baru saja tiba dari perjalanan. Sebelum berangkat untuk mendaki aku dilatih Pelatihan Baris Berbaris (PBB) oleh trainer WTCe yang disebut "FACILITATOR". Disaat melakuakan kegiatan, cuaca yang panas tiba-tiba berubah menjadi mendung dan akhirnya hujan turun dengan lebatnya, tapi hujan tidak berlangsung lama. Meski hujan turun mahasiswa dari kampusku dan dari Kesling Magetan tetap melanjutkan kegiatan. Pakaian basah dan tubuh menggigil karena kedinginan bukan menjadi alasan untuk tidak mengikuti kegiatan.
Pendakian pun memiliki beberapa peraturan, yaitu pust up 5x bila melihat tulisan "DURIAN", pompa bumi 10x bila melihat tulisan "RAMBUTAN", dan pust up di tempat 5x apabila melihat tulisan "SALAK". Peraturan itu dibuat agar kita berkonsentrasi pada saat penjelajahan. Perjalanan belum sampai setengah jalan ranselku putus. Jalan licin, duri tajam, hewan liar, pemandangan nan elok, capek yang terasa, menemaniku disetiap hembusan nafasku yang terengah-engah. Beberapa kali aku terperosok, tersandung, hingga tertusuk ranting hutan. Setelah 2 jam perjalanan akhirnya aku sampai ke titik tujuan. Disana aku dan kawan-kawan melakukan makan malam di tengan hutan. Setelah makan malam, aku melanjutkan perjalanan di tengah hutan yang gelap dengan penerangan sebuah senter menuju penginapan atau disebut markar WTCe. Membersihkan diri dan beristirahat adalah hal utama yang dilakukan setelah sampai di penginapan.
Hari kedua, aku melakukan senam pagi dan outbound seharian penuh. Senam dipimpin oleh seorang facilitator yang bernama Mas Dodiek. Terdapat enam game yang akan dilalui, antaranya magic hole, water pressure, flying fox, dan 'A' balance. Disetiap game terdapat tantangan dan filosofinya. Contohnya magic hole/lubang ajaib, permainan itu mengajarkan tentang kebersamaan dan kepercayaan terhadap anggota tim, kesabaran, menghilangkan rasa egois, kecepatan berpikir dan bertindak, dan kewaspadaan/kehati-hatian saat melakukan suatu pekerjaan.
Hari kedua, aku melakukan senam pagi dan outbound seharian penuh. Senam dipimpin oleh seorang facilitator yang bernama Mas Dodiek. Terdapat enam game yang akan dilalui, antaranya magic hole, water pressure, flying fox, dan 'A' balance. Disetiap game terdapat tantangan dan filosofinya. Contohnya magic hole/lubang ajaib, permainan itu mengajarkan tentang kebersamaan dan kepercayaan terhadap anggota tim, kesabaran, menghilangkan rasa egois, kecepatan berpikir dan bertindak, dan kewaspadaan/kehati-hatian saat melakukan suatu pekerjaan.
Kesimpulan selama kegiatan disampaikan di hari ketiga. Selama berada di WTCe banyak pelajaran yang didapat, dari memanage waktu hingga kewaspadaan diri. Kesimpulan disampaikan oleh salah seorang perwakilan dari WTCe dan kegiatan ditutup oleh ketua jurusan Kesling Surabaya. Rekan-rekan masiswa pun sangat senang ketika kegiatan ditutup. Teriakan menggema kencang dalam ruang aula yang disebut "AULA KANDANG SAPI". Jujur dari aku, sebenarnya aku tidak betah di WTCe. Soalnya selama tiga hari dua malam di WTCe, aku tidak B.A.B (Buang Air Besar) sama sekali. He hee.
*Persiapan Pulang Menuju Surabaya*
Setelah itu aku dan saudara-saudaraku dari Kesling Surabaya bergegas pulang menggunakan empat buah mini bus. Aku berada di bus tiga. Aku duduk di paling belakang dekat pintu bersama temanku lainnya. Entah kenapa, atau mungkin karena terlalu lelah, aku menjadi mual saat berada di bus padahal saat berangkat menggunakan bus yang sama aku tidak mual sama sekali. Aku muntahkan makanan yang telah aku makan pada saat pagi. Ku coba tidur sejenak untuk menyamankan diri. Satu jam kemudian bus yang aku tumpangi itu berhenti di daerah Mojokerto. Aku terbangun dari tidurku yang singkat dan bertanya ke anak-anak apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata kopling mini bus yang aku tunggangi tidak berungsi. Beberapa lama kemudian bus pengganti pun tiba, kami melanjukan perjalanan menuju kampus.
Sekitar jam dua siang rombongan tiba di kampus tercinta. Mini bus diparkirkan di Direktorat Poltekkes yang berada disamping kampusku. Aku turun dari mini bus dan langsung menghampiri sang pujaan hati yang beda bus denganku untuk membantunya membawakan ranselnya yang besar melebihi ranselku. Kami duduk-duduk di depan Direktorat Poltekkes sejenak dan setelah itu menuju ke masjid kampus untuk beristirahat sejenak sembari menyegarkan badan dengan mencuci muka dengan air. Segar terasa, sedikit penat dan letih terlupakan. Setelah itu aku mengantarkan Si Dia pulang kerumah dengan motor yang sebelumnya aku titipkan di kampus. Sebut saja Dia itu "LELET". Lelet telah ku antar, aku menuju ke Kost Permen Jahe (sebutan kost yang dihuni teman-teman) untuk tidur. Ba'da Isya', aku melanjutkan perjalanan pulang menuju rumahku di Sidoarjo. :)
Sekitar jam dua siang rombongan tiba di kampus tercinta. Mini bus diparkirkan di Direktorat Poltekkes yang berada disamping kampusku. Aku turun dari mini bus dan langsung menghampiri sang pujaan hati yang beda bus denganku untuk membantunya membawakan ranselnya yang besar melebihi ranselku. Kami duduk-duduk di depan Direktorat Poltekkes sejenak dan setelah itu menuju ke masjid kampus untuk beristirahat sejenak sembari menyegarkan badan dengan mencuci muka dengan air. Segar terasa, sedikit penat dan letih terlupakan. Setelah itu aku mengantarkan Si Dia pulang kerumah dengan motor yang sebelumnya aku titipkan di kampus. Sebut saja Dia itu "LELET". Lelet telah ku antar, aku menuju ke Kost Permen Jahe (sebutan kost yang dihuni teman-teman) untuk tidur. Ba'da Isya', aku melanjutkan perjalanan pulang menuju rumahku di Sidoarjo. :)


hem .. cerita yang mungkin nggak pernah kamu lupain yaa ... hahaha :D
BalasHapusBetul sekali.
HapusApalagi waktu ranselku putus saat pendakian.
Huahahahahahaa.
:D
hahha . .
Hapusransel putus tu sesuatu banget lhoh :D
Betul skali.
Hapusapa lagi itu untuk Si Dia.
ha haa.
Lupakanlah Si Dia sejenak.
huahahahahaa.