Seperti biasa aku melakukan aktivitas rutin. Kuliah. Dengan pagi yang selalu ditemani oleh lantunan lagu Rocket Rockers dari album terbarunya Tons of Friends aku berangkat menunggangi motor buatan Jepang. Dengan kecepatan normal aku melaju tenang. Kemacetan yang selalu terjadi saat pagi tidak aku hiraukan adanya. Pokoknya aku dengerin lagu, goyang-goyang sendiri, bernyanyi sendiri. Tapi yang penting mengendarai dengan tertib dan aman. He hee. Sampailah aku ke kampus. Aku menempati ruang kelas berbeda gara-gara remote AC hilang. Pastilah aku ketemu Dia sewaktu dikampus. Orang emang satu kampus. Ho hoo. Dari kemarin ada yang gak enak deh. Aku yakin dengan feelingku. Pasti itu pertanda. Hampir seharian gk sms atau apa, aku coba sms. Dengan kata-kata sms yang agak canggung, aku terusin smsnya. Aku bilang kalau temen satu kelas ada yang mau nebeng saat pulang nanti. Eh ternyata Dia juga bilang klo punya Mas. Opo iku?. Mas ketemu gede?. Ha haa. Ternyata feelingku bener kan?. Pasti itu. Eh tanpa pikir panjang aku Add si Mas itu. Bodohnya aku, kenapa coba aku Add?. Barusan ini aku remove deh. Tolol aku ya?. Aku bukan apa-apanya Si Dia, ngelakuin seperti ini?. Tolol-tolol. Siapa aku?. Dalam bahasa Inggrisnya sih Who am I?. Bukan hakku. Emang sih aku masi sayang Dia. Tapi.... aku RAGU alias TIDAK YAKIN sama Dia saat Dia juga bilang yang sama sepertiku. SAYANG. Kata Dia sih gak sampai satu bulan Dia bakal minta balik. Jadi bingung. Untung belum ya. Coba kalau sudah Si Dia minta balik. Tambah SAKIT pek. Oh ya. sekilas info, Si Dia ganti password. Gpp lah, aku gak ganggu prifasi. Santai aje. He hee. Paling-paling yo gak tak reken lek onok. Ha haa. Barusan adalah hal kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Tapi aku berusaha tidak untuk itu. Selalu teringat Be A Good Man. Kejadian ini sebagai bahan pertimbangan kelak saat Dia minta balik. Mungkin kalau Dia berubah, mungkin IYA. Aku suka dengan perubahan, tapi perubahan yang lebih baik euy, bagi Aku atau Dia. Yang penting dijalani saja lah. Liat aja kedepannya.
Tulisan ini hanyalah ungkapan kekacauan hati saya. Maaf yang sebesar-besarnya atas tulisan ini. Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar