Jumat, 24 Agustus 2012

Eloknya yang Tak Aku Tahu

       Di awali dengan sebuah ungkapan yang pribadi dari seseorang yang dekat denganku. Membuatku bingung tuk berbuat apa. Penatku mulai memuncak saat aku di desa ibunda tercinta. Kupimjam motor matik merah pada saudaraku. Tanpa berpikir panjang dan tanpa mengetahui arah jalan, aku melesatkan motor itu.

       Tujuan pertamaku mencari alun-alun kota yang sebelumnya pernah ku kesana tapi tanpa ku ketahui jalan menuju sana. Kususuri jalan yang padat merayap hingga akhirnya kutemukan baliho sponsor produk yang bertuliskan "KABUPATEN KEBUMEN". Sampailah aku di alun-alun kota. Disana aku berhenti sejenak untuk membeli segelas jus stroberi. Sembari melakukan kebiasaan jelek menghisap beberapa batang rokok. Kunikmati suasana alun-alun yang bermaksud untuk melupakan sejenak ungkapan tadi. Riangnya satu keluarga yang sedang menunggangi sebuah sepeda beroda empat berhasil melupakannya. Kuhabiskan isi dari gelas dan kucabut melanjutkan mencari ketenangan.
*Tugu Lawet/Walet Kabupaten Kebumen*

       Tujuanku selanjutnya tidak aku rencanakan sebelumnya. Kuikuti jalan beraspal di dekat alun-alun dan kutemukan gapura yang bertuliskan geowisata alam. Aku melewati gapura itu dan terus aku ikuti jalan yang menurutku patut dilalui. Di perjalanan tanpa kusangka aku menemui pemandangan gunung, pedesaan yang masi alami, hutan, dan sungai yang membentang luas. Kuberhenti sejenak untuk memotret indahnya alam desa. Aku ulangi kegiatan tersebut beberapa kali hingga akhirnya kutemukan sebuah lahan penambangan pasir sungai dan kuputuskan untuk berhenti disana. Selagi kumenikmati pemandangan yang tak ku ketahui sebelunya, tiba-tiba ada panggilan alam yang menyuruhku untuk membuang air dalam tubuhku (ga penting ya?. He hee.  :p).
*Karangsambung - Kebumen*

*Segelumit Panorama*

      Karena matahari enggan menampakkan wajahnya lagi, aku bergegas kembali pulang. Diperjalanan aku sempet berhenti untuk mencari sekaleng minuman. Tidak kutemkan hingga dua mini market ku bergegas melanjutkan perjalanan lagi, tanpa sengaja mata melirik ke sebelah kiri jalan terdapat warung kopi wedang HIK. Aku berbalik arah dan aku mampir ke warkop itu. Sebungkus nasi kucing dan satu tusuk telur puyuh, kunikmati dengan ditemani secangkir wedang HIK. Wedang HIK adalah sebutan untuk racikan kopi, susu, dan wedang jahe. Perut telah terisi waktunya aku pulang.

       Dari pengalamanku ini, aku mempunyai saran buat siapa saja yang membaca tulisanku ini. "Salah satu cara untuk melupakan sesuatu adalah dengan cara menyibukkan diri". Entah itu dengan pekerjaan, tugas kuliah, membersihkan rumah, ataupun berwisata tanpa arah seperti aku tadi. Yang terpenting JANGAN bertindak bodoh dengan minum minuman keras atau menyakiti diri sendiri. Apabila kita lari pada kegiatan negatif tersebut hanya melupakannya untuk sementara, bila telah sadar malah tambah lebih sakt lagi, tidak ada kenangan positif yang indah di dalamnya. Larilah pada contoh positif yang telah kuceritakan!!!.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar