Aku adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya.
Aku memiliki sebuah ikatan dengan seorang wanita yang berasal dari sebuah kota
di Jawa Timur yang memiliki moto 'beriman'. Aku dan dia telah menjalin hubungan
yang bisa dikatakan lama dan juga bisa dikatakan belum lama. Aku juga bingung
dikatakan lama atau tidak. Hanya teman-temanku yang bisa menilai hubunganku ini
sudah lama tau tidak. He hee.
Hubunganku dengan kekasihku berjalan dengan baik, sampai akhirnya seorang
wanita berasal dari 'Kota Pelajar' yaitu Kota Jogja mengusik hubungan
kami. Sebut saja dia Dewi (nama samaran). Melalui media komunikasi Dewi
menteror kami. Dengan kata-kata yang melecehkan, menghina, merendahkan, dan
penuh fitnah dia menteror kami. Sayang seribu sayang kota dengan sebutan Kota
Pelajar telah tercoreng oleh seorang wanita yang tidak berpendidikan dan
tidak bermoral.
Semua ini bermula saat Dewi mengirim SMS ke kekasihku. SMS itu mengatakan
bahwa kekasihku telah menggoda kekasih Dewi dengan mengirim SMS dan
menelponnya. Tuduhan itu tidak terbukti adanya. Tidak itu saja, Dewi terus dan
terus menteror dengan menelpon, mengirimkan SMS, dan mengirimkan pesan dari
media sosial facebook. Kemudian kekasihku menceritakan siapa sebenarnya Dewi
dan siapa sebenarnya kekasih Dewi itu. Ternyata kekasih Dewi adalah mantan dari
kekasihku. Dari situ aku mulai berpikiran yang aneh-aneh. Dari kekasih Dewi
yang tidak terima aku menjalin hubungan dengan kekasihku sampai kekasihku yang
punya main dengan mantannya. Tapi aku tidak mau untuk mengambil kesimpulan di
awal.
Dewi pun mengirimkan terornya pada Ibu dari kekasihku. Entah Dewi memiiliki
otak atau tidak, yang pasti dia tidak memiliki sopan santun kepada orang yang lebih
tua darinya. Dengan kata-kata yang tak sepatutnya diucapkan oleh seorang wanita
Indonesia yang terkenal di mata dunia memiliki tutur kata yang baik dan lembut.
Tidak terima dengan menteror kekasihku dan ibunya, Dewi pun melancarkan
terornya pada nenek dari kekasihku. Tidak jauh beda, Dewi berbicara denagn
tidak seronoh. Dimanakah pikiran Dewi?. Aku sampai tidak habis pikir dibuatnya.
Setelah melancarkan teror ke keluarga kekasihku, kemudian Dewi melancarkan
terornya ke aku. Aku sempat terpancing emosi karena kelakuannya itu. Kutelpon
dia, ternyata yang mengangkatnya adalah seorang lelaki, mungkin itu kekasihnya. lelaki itu kemudian memberikan telponnya ke Dewi. Setelah perdebatan yang
sengit aku denagn Dewi, aku menutup telpon. Aku menutup telpon karena aku seperti berbicara
pada wanita yang hilang kesadaran. Sempat terpikir siapa sebenarnya pemicu
masalah ini?. Entahlah. Dewi sempat mengatakan melalui SMS kalau dia tidak akan
berhenti menteror atau mengusik hubunganku dengan kekasihku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar