Jumat, 10 Agustus 2012

Wanita Tak Terpelajar dari Kota Pelajar Yogyakarta


       Aku adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya. Aku memiliki sebuah ikatan dengan seorang wanita yang berasal dari sebuah kota di Jawa Timur yang memiliki moto 'beriman'. Aku dan dia telah menjalin hubungan yang bisa dikatakan lama dan juga bisa dikatakan belum lama. Aku juga bingung dikatakan lama atau tidak. Hanya teman-temanku yang bisa menilai hubunganku ini sudah lama tau tidak. He hee.

       Hubunganku dengan kekasihku berjalan dengan baik, sampai akhirnya seorang wanita berasal dari 'Kota Pelajar' yaitu Kota Jogja mengusik hubungan kami. Sebut saja dia Dewi (nama samaran). Melalui media komunikasi Dewi menteror kami. Dengan kata-kata yang melecehkan, menghina, merendahkan, dan penuh fitnah dia menteror kami. Sayang seribu sayang kota dengan sebutan Kota Pelajar telah tercoreng oleh seorang wanita yang tidak berpendidikan dan tidak bermoral.

       Semua ini bermula saat Dewi mengirim SMS  ke kekasihku. SMS itu mengatakan bahwa kekasihku telah menggoda kekasih Dewi dengan mengirim SMS dan menelponnya. Tuduhan itu tidak terbukti adanya. Tidak itu saja, Dewi terus dan terus menteror dengan menelpon, mengirimkan SMS, dan mengirimkan pesan dari media sosial facebook. Kemudian kekasihku menceritakan siapa sebenarnya Dewi dan siapa sebenarnya kekasih Dewi itu. Ternyata kekasih Dewi adalah mantan dari kekasihku. Dari situ aku mulai berpikiran yang aneh-aneh. Dari kekasih Dewi yang tidak terima aku menjalin hubungan dengan kekasihku sampai kekasihku yang punya main dengan mantannya. Tapi aku tidak mau untuk mengambil kesimpulan di awal.

       Dewi pun mengirimkan terornya pada Ibu dari kekasihku. Entah Dewi memiiliki otak atau tidak, yang pasti dia tidak memiliki sopan santun kepada orang yang lebih tua darinya. Dengan kata-kata yang tak sepatutnya diucapkan oleh seorang wanita Indonesia yang terkenal di mata dunia memiliki tutur kata yang baik dan lembut.

       Tidak terima dengan menteror kekasihku dan ibunya, Dewi pun melancarkan terornya pada nenek dari kekasihku. Tidak jauh beda, Dewi berbicara denagn tidak seronoh. Dimanakah pikiran Dewi?. Aku sampai tidak habis pikir dibuatnya.

       Setelah melancarkan teror ke keluarga kekasihku, kemudian Dewi melancarkan terornya ke aku. Aku sempat terpancing emosi karena kelakuannya itu. Kutelpon dia, ternyata yang mengangkatnya adalah seorang lelaki, mungkin itu kekasihnya. lelaki itu kemudian memberikan telponnya ke Dewi. Setelah perdebatan yang sengit aku denagn Dewi, aku menutup telpon. Aku menutup telpon karena aku seperti berbicara pada wanita yang hilang kesadaran. Sempat terpikir siapa sebenarnya pemicu masalah ini?. Entahlah. Dewi sempat mengatakan melalui SMS kalau dia tidak akan berhenti menteror atau mengusik hubunganku dengan kekasihku.

       Aku hanya bisa berdoa agar masalah ini cepat selesai dan menemukan jalan keluarnya. Semoga orang-orang seperti Dewi disadarkan oleh Allah SWT dengan cara yang sesuai, diberikan hidayah, dan ampunanNya. Aamiin.

 *Angel Emotion*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar